44 hari longsor Sumut, 9 desa terisolir dengan 1.305 KK terdampak
Kabar Indonesia - 44 hari longsor Sumut, 9 desa terisolir dengan 1.305 KK terdampak. BPBD kerahkan tim gabungan. Pelajari sebaran wilayah dan tantangan pemulihan.
44 hari longsor Sumut, 9 desa terisolir dengan 1.305 KK terdampak
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut melaporkan kondisi darurat yang berlanjut di wilayah Tapanuli.
Banjir dan tanah longsor menghantam Sumatera Utara sejak akhir November 2025. Kini, pada 7 Januari 2026, sembilan desa tetap terjebak tanpa akses luar.
Tim penanganan darurat bekerja keras membersihkan material longsor yang menumpuk. Warga di lokasi tersebut bergantung pada bantuan dari luar untuk kebutuhan dasar.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan situasi terkini.
Dia bilang akses jalan utama ke desa-desa itu masih tertutup longsor besar. Petugas menggunakan helikopter dan kendaraan khusus untuk mengirim logistik.
Kondisi ini mempengaruhi ribuan kepala keluarga yang tinggal di sana.
Sebaran Desa Terisolir di Dua Kabupaten
Bencana ini paling parah melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Utara (Taput).
Di Tapteng, empat kecamatan terdampak langsung. Tim BPBD catat desa-desa di sana sulit dijangkau karena jalan rusak total.
Sementara di Taput, dua kecamatan alami hal serupa.
Sri Wahyuni sebutkan detailnya. "Tercatat, ada sembilan desa dari enam kecamatan yang masih terisolasi," kata Sri Wahyuni kepada Kompas melalui sambungan telepon, Rabu (7/1/2026) malam.
Petugas identifikasi lokasi terisolir sebagai berikut:
Desa di Tapanuli Tengah
Tim lapangan fokus pada empat kecamatan di Tapteng. Mereka catat desa Saur Manggita di Kecamatan Tukka dengan 102 Kepala Keluarga (KK).
- Desa S. Kalangan 2 di kecamatan yang sama punya 214 KK. Kemudian, Desa Sibio-bio di Kecamatan Sibabangun melibatkan 206 KK
- Desa Sialogo di Kecamatan Lumut punya 254 KK. Terakhir, Desa Naga Timbul di Kecamatan Sitahuis catat 259 KK
Desa di Tapanuli Utara
Di Taput, situasi sedikit lebih baik tapi masih kritis.
- Kecamatan Sipoholon punya Desa Rura Julu Toruan dengan 6 KK
- Kecamatan Parmonangan alami penurunan jumlah desa terisolir
Awalnya enam desa pada pertengahan Desember 2025, kini tinggal tiga.
- Desa Hutajulu Parbalik punya 86 KK
- Desa Hutatua dengan 126 KK
- Desa Pertengahan catat 178 KK
Sri Wahyuni soroti kemajuan di Parmonangan. Petugas berhasil buka sebagian akses, tapi tiga desa masih tertutup.
Tantangan Pembersihan dan Penyaluran Bantuan
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus kerjakan pembersihan. Mereka hadapi medan berat dengan volume longsor yang masif.
Alat berat dan tenaga manusia bekerja siang malam untuk buka jalan. Beberapa area kini bisa lewati motor trail, tapi mobil besar masih sulit.
Sri Wahyuni tekankan upaya itu. "Masih tetap dilakukan pembersihan material dan kondisi longsoran cukup parah. Namun, ada beberapa wilayah yang sudah bisa dilalui oleh roda dua," pungkas Sri Wahyuni.
Petugas salurkan bantuan dengan cara kreatif. Mereka jalan kaki ke lokasi terpencil. Kendaraan roda dua jenis trail bantu angkut barang.
Untuk desa paling sulit, helikopter dari BNPB turun tangan. Cara ini pastikan warga dapat makanan, obat, dan kebutuhan lain tepat waktu.
Bencana ini mulai 24 November 2025. Hujan deras picu banjir bandang dan longsor di berbagai kabupaten Sumut.
Korban jiwa capai puluhan, rumah rusak ribuan. Pemerintah pusat dan daerah alokasikan dana darurat untuk pemulihan.
Masyarakat lokal bantu sesama dengan donasi dan relawan.
Pemulihan jalan jadi prioritas utama. Pakar lingkungan ingatkan pencegahan dengan reboisasi dan pengelolaan sungai.
Warga di daerah rawan harus tingkatkan kewaspadaan. BPBD Sumut pantau cuaca untuk antisipasi bencana susulan.
Situasi ini tunjukkan ketangguhan masyarakat Tapanuli. Mereka saling bantu di tengah keterbatasan.
Pemerintah janji percepat pemulihan agar kehidupan normal kembali. Update terbaru dari lapangan terus pantau untuk pastikan bantuan tepat sasaran.
